Resume Hari ke -10
Senin, 06 November 2023
Jumat, 03 November 2023
Rabu, 01 November 2023
Senin, 30 Oktober 2023
Melalui Diksi Sebuah Karya Menjadi Berkarakter Dan Menawan
Resume
Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) G-30
- Sense of Touch, ini merupakan proses menulis dengan melibatkan indera peraba. Penggunaan indera ini sangat cocok untuk mendeskripsikan detail suatu permukaan, gesekan, tentang apa yang dirasakan pada kulit. Aplikasi indera peraba juga sangat tepat digunakan untuk menggambarkan sesuatu kasat mata seperti angin misalnya. Contoh Sense of Touch : Pada pori-pori angin yang dingin, aku pernah mengeja rindu yang datang tanpa permisi.
- Sense of Smell, adalah menulis dengan melibatkan indera penciuman. Hal ini akan membuat tulisan lebih beraroma. Teknik ini akan lebih terasa jika dipadukan dengan indera penglihatan. Contoh Sense of Smell : Di kepalaku wajahmu masih menjadi prasasti, dan aroma badanmu selalu kugantungkan di langit harapan
- Sense of Taste, adalah menulis dengan melibatkan indera perasa. Rasakan adanya energi yang mengelilingi kita. Penggunaan indera perasa sangat ampuh untuk menggambarkan rasa suatu makanan, atau sesuatu yang tercecap di lidah. Contoh Sense of Taste : Kukecap rasa pekat secangkir kopi di tangan kakanku, sembari kugenggam HP di tangan kiriku lunglai terkubur dengan bijaksana, dirimu bersama centang biru, diriku terdekap centang satu.
- Sense of Sight, adalah menulis dengan melibatkan indera penglihatan. memiliki prinsip show, don't tell. Perlu diingat bahwa menulis itu untuk menunjukkan kepada pembaca, bukan sekedar membagikan cerita. Buat pembaca seakan melihat apa yang akan diceritakan. Buat juga membaca seolah dapat melihat dan membayangkannya. Tulislah secara detail, mulai dari warna, bentuk, ukuran atau kondisi pada umumnya. Contoh Sense of Sight : Derit daun pintu mencekik udara di tengah keheningan, membuatku tersadar jika kamu adalah prasasti yang pernah kutinggali.
- Sense of Hearing, pada prosesnya, penulis melibatkan energi yang didengarnya. Begitu banyak suara di sekitar kita. Belajarlah untuk menangkapnya. Bagaimana ? Dengarlah, lalu tuliskan. Mungkin, inilah sebabnya mengapa banyak penulis sukses yang sering menanti hening untuk menulis. Bisa jadi mereka ingin menyimak suara-suara. Sebuah tulisan yang ditulis dengan indera pendengaran akan terasa lebih bernyanyi, lebih bersuara. Selain itu, penulis juga bisa berkreasi dengan membuat hal-hal yang biasanya tak terdengar menhadi terdengar. Contoh Sense of hearing : Tentang Aku padamu bagai siluet pelangi yang menghilang seiiring datangnya pijaran mentari terlupa sirna tertutup awan mega yang menganga luka.
Bagai seekor burung yang sengaja dilepas dari sangkarnya, para peserta melesat terbang mengembara menebar rangkaian kata dengan diksi yang menawan. Senyuman, canda tawa hingga kekaguman pun mengalir laksana air bah yang bening menawarkan rinai kehausan yang menyejukkan urat nadi yang saling berhimpitan saling menghangatkan.
Para peserta kegiatan pelatihan menulis di Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI Gelombang 30 terpuaskan pula denga sesi tanya jawab.
Jumat, 27 Oktober 2023
Writer's Block ? Pahami Penyebabnya dan Tips Mengatasinya
Resume Pertemuan Ke-6
Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI Gelombang 30
Nara Sumber : Ditta Widya Utami, S.Pd. Gr.
Moderator : Lely Suryani, S.Pd., SD.
Jumat, 27 Oktober 2023
Daring Via WA Grup KBMN
Kita bisa mengetahui profil lengkap nara sumber di link berikut ini :
https://dittawidyautami.blogspot.com/p/profil.html
Bagi pembaca yang ingin terhubung dengan akun medsos mba Ditta bisa klik link di bawah ini :
https://linktr.ee/dittawidyautami
KBMN malam ini membahas tentang Writer's Block (WB) atau sebuah keadaan dimana penulis kehilangan kemampuan menulisnya dan seringkali tidak menemukan ide-ide baru untuk bahan tulisannya. Setelah mengadakan polling di grup wa KBMN ternyata banyak dari peserta yang mengalami WB. Sulit fokus, tidak ada inspirasi menulis, menulis lebih lambat dari biasanya, atau merasa stress dan frustasi saat menulis merupakan ciri bahwa kita terserang WB.
menurut Mba Ditta, cerpenis, novelis, Script writer, jurnalis dan berbagai macam profesi menulis lainnya mempunyai kemungkinan terserang WB. yang membedakan adalah seberapa cepat kita menangai WB tersebut. karena WB bisa hinggap dalam hitungan waktu yang berbeda dari menit, jam, hari, minggu, bahkan berbulan-bulan tergantung dari individu (penulis) masing-masing.
WB yang berkepanjangan sangat tidak diharapkan karena mematikan kreativitas dan produktivitas kita dalam menulis. Apa yang harus kita lakukan agar bisa mengatasi WB ? karena WB itu ibarat penyakit yang akan kita obati maka kita harus tahu apa penyebabnya.
Jika kita mampu mengenali penyebab WB tentunya kita mampu mencega dan menatasi masalah ini sejak awal. Berikut diantara penyebab munculnya writer's block :
- Mencoba/topik baru dalam menulis, Jika kita selama ini sering menulis jurnal ilmiah, lalu suatu ketika kita diminta untuk menulsi novel remaja. Meski masih mungkin membuat novel yang sci-fi, namun akan membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikannya. Jika kita bisa mengatasi WB, maka novel akan selesai namun jika tidak ? maka novel akan mangkrak.
- Stress dan Lelah Fisik/Mental, aktivitas harian yang padat, tekanan dari pekerjaan dll terkadang membuat kita mengalami stress. kondisi ini jangankan menulis, tubuhpun sudah menyerah untuk melakukan segala aktivitas.
- Terlalu Perfeksionis, sebagai manusia tentu tidak bisa dipungkiri bahwa kita selalu ingin melakukan yang terbaik. begitu juga dengan menulis. Rasanya ingin sempurna dan bagus sebelum dibagikan. Jika masih takut salah atau merasa belum sempurna dan tidak mau dikomentari oleh orang lain, maka dipendam dulu tulisannya. Ingin menghasilkan tulisan yang berkualitas itu sangat penting bagi penulis. Penulis harus based on data atau pastikan yang kita sampaikan itu benar. Namun kembali pada fitrah manusia bahwa melakukan kesalahan itu adalah hal yang wajar. Artinya penulis yang profesionalpun bisa melakukan kesalahan, sehingga kita sering melihat ada buku revisi. Maksudnya buku itu ada proses perbaikan dari versi buku sebelumnya. Bisa jadi ada informasi yang ditambah, atau ada yang dikoreksi. Maka ayo teruslah berkarya karena tulisan yang baik adalah tulisan yang selesai.
Bagaimana cara mengatasi Writer's Block ?
- Fokus pada tema di awal kita menulis atau konsisten dan konsekuensinya
- Menyempatkan waktu dan bukan menyisakan waktu untuk menulis
- Istirahat dan ambil waktu jeda sejenak jika merasa terlalu lelah
- Pecahkan masalah yang Ada, ketika kita kurang ide, atau mati kata tentunya akan kekurangan bahan untuk diolah menjadi sebuah tulisan, problem ini bisa diatasi asal ada kemauan untuk membaca berbagai macam genre dari buku, dan mulailah denga bacaan yang menarik bagi kita seperti komik, atau bacaan lainnya.
- Sadari bahwa Nobody's Perfect, tidak ada orang yang sempurna. Setiap orangada peluang untuk berbuat kesalahan bahkan penulis profesionalpun bisa mengalaminya
- Munculkan rasa percaya diri
- Jadikan semangat dalam diri kita bahwa "Tulisan jelek masih lebih baik daripada tulisan yang mangkrak". Biarkan tangan kita menulis apapun, tidak perlu memikirkan benar atau salah yang penting ide itu biarkan mengalir dengan sendirinya.
- Tetapkan skala prioritas apabila dihadapkan pada beberapa kegiatan
- Membaca buku yang ringan agar mampu menghibur sekaligus merecharge diri
- Membuat Outline atau kerangka tulisan dan membacanya kembali agar tidak melenceng terlalu lebar
- Free Writing atau Menulis Bebas, merupakan teknik menulis dimana kita mengesampingkan terlebih dahulu tentang salah ejaan, salah ketik, koherensi dan sebagainya. Di tahap awal belajar menulis atau ketika kita terserang WB, kita bisa mencoba menulis teknik free writing.
- Konsisten menulis, selama kita konsisten menulis, maka dengan sendirinya kita akan berlatih memperbaiki setiap tulisan kita dari waktu ke waktu.
- Jika muncul ide (gagasan) segera mencatat ide tersebut
- Memafaatkan AI (Artificial Intelligence) yang ada seperti ChatGPT atau sejenisnya
- Menghilangkan distraksi, siapkan tempat menulis yang nyaman, bersih, rapi juga terhindar dari keramaian yang bisa mengganggu konsentrasi sehingga menghasilkan tulisan yang berkualitas. Bisa juga dengan menjauhkan HP agar tidak tergoda untuk membuka segala macam gangguan termasuk pesan di WA atau membaca media sosial lainnya.
- Konsekuen dengan deadline, sebaiknya selesaikan tulisan sebelum deadline.
- Membaca karya penulis lain yang sejenis dengan tema yang akan kita buat
- Memilih tema dan bahan bacaan sesuai minat sehingga kita bisa lebih mudah mencermati pemilihan diksinya.
Rabu, 25 Oktober 2023
Bagaimana Menulis Buku Ajar ?
Resume Pertemuan Ke-5 KBMN PGRI Gelombang 30
Tanggal : 25 Oktober 2023
Tema : Menulis Buku Ajar
Narasumber : Dr. Mudafiatun Isriyah, M.Pd
Moderator : Nur Dwi Yanti, M.Pd
Malam ini Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI Gelombang 30 merupakan pertemuan ke-5. Acara dibuka oleh moderator Nur Dwi Yanti (NDY) pada pukul 19.00 WIB.
Narasumber malam ini seorang dosen yang telah mendapatkan penghargaan dari perpustakaan nasioanal sebagai buku terbaik.
- Bahan Ajar Vs Buku Ajar
- Pentingnya Bahan Ajar dalam Pembelajaran
- Buku Ajar dan Buku Hasil Penelitian/Hasil Pemikiran
- Cara Penulisan Buku Ajar
- Prinsip-prinsip Pemilihan Materi Buku Ajar
Menurut narasumber hal utama yang harus dikuasai oleh seorang penulis buku yaitu penguasaan ilmu, kemampuan berbahasa, dan memiliki komitmen.
Berikut penjelasan lengkap dari kelima materi diatas:
Bahan Ajar VS Buku Ajar
- Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru atau dosen serta mahasiswa dalam kegiatan belajar-mengajar. Bahan ajar dapat berupa bahan tertulis atau pun tidak tertulis.
- Bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak tertulis sehingga dapat tercipta lingkungan dan suasana yang memungkinkan peserta didik untuk belajar.
- Bahan Ajar Cetak yaitu Buku Teks, Buku Referensi, dan Monograf.
- Bahan Ajar Mandiri/ Modul/ BAJJ yaitu Panduan/ Petunjuk/ Pedoman (Atlas/ Peta, Diagram/ Poster , Brosur/Leaflet/ Manual).
- Bahan Ajar non-Cetak yaitu Internet/ Web Based Courses / e-learning , CAI / Pembelajaran Berbantuan Komputer, Slide; Video / TV, Audio / Radio.
Buku Ajar merupakan salah satu bentuk bahan ajar yaitu buku ilmiah berupa uraian materi pembelajaran yang disusun secara logis dan sistematis dengan bahasa yang lugas, digunakan dosen dan mahasiswa dalam pembelajaran (Pannen & Purwanto, 2001).
Materi lengkap tentang buku ajar dapat dibaca di kompasiana,
https://www.kompasiana.com/mudaisriyah
MENGAPA BUKU AJAR PENTING DALAM PEMBELAJARAN?
- Guru lebih banyak waktu untuk memberi bimbingan kepada siswa/mahasiswa.
- Siswa dapat belajar sekalipun tidak ada guru.
- Siswa dapat belajar kapan dan di mana saja.
- Siswa tidak terlalu tergantung kepada guru sebagai satu-satunya sumber informasi.
- Siswa bisa belajar dengan kecepatan masing-masing sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
MENGAPA BUKU AJAR WAJIB DIWUJUDKAN OLEH SEORANG GURU?
Mengacu pada TRILOGI PEMBELAJARAN, yaitu (1) adanya tujuan, (2) strategi dan, (3) penilaian.
Syarat minimal adanya pembelajaran yaitu adanya mahasiswa atau siswa, materi, dan guru atau dosen.
Beban belajar mahasiswa untuk 2 sks (SN-DIKTI, 2015): 2 sks = 340 menit. Adanya kebutuhan bahan bacaan.
Seorang guru memiliki kepentingan untuk memenuhi kebutuhan dalam mengajar yaitu dengan menata buku ajar sendiri sesuai mata pelajaran yang diampu.
KEUNTUNGAN BUKU AJAR BAGI GURU/DOSEN yaitu:
- Promosi & Kenaikan Pangkat
- Mendapatkan insentif
- Finansial-Royalti
- Eksistensi diri
- Media Ekspresi
- Branding Personal dan Institusi
- Penguatan Keilmuan; dll.
Sangat banyak manfaat buku ajar bagi guru atau doesn karena guru atau dosen adalah agen aktivitas pembelajaran.
APAKAH CAPAIAN PEMBELAJARAN ITU?
Guru adalah sebagai peneliti dan pembelajar. Pengalaman dan Kurikulum sebagai pegangan dalam menulis buku ajar. Guru membuat RPS/Silabus. Desain pembelajaran merupakan langkah awal untuk memulai. Semua mata pelajaran yang di desain sama dengan outline calon buku kita. Nah hal ini akan menghasilkan buku ajar, buku modul dan diktat. Seorang guru juga sebagai PENELITI, maka dia akan menghasilkan buku referensi, monograf, artikel ilmiah (ini bahan untuk mejadi buku).
JENIS-JENIS BUKU AJAR:
- BUKU AJAR
- BUKU MODUL
- DIKTAT
- PETUNJUK PRAKTIKUM
- NASKAH TUTORIAL
BUKU HASIL PENELITIAN/PEMIKIRAN:
- BUKU REFERENSI
- MONOGRAF
Buku yang dibuat oleh narasumber mendapatkan penghargaan terbaik 1 Perpusnas dengan tema, “Pendidikan Jarak Jauh”.
Buku ini adalah hasil penelitian yang dijadikan menjadi sebuah buku referensi yang didalamnya terdapat syarat dengan materi yg dibutuhkan oleh guru BK. Ini menjadi buku bernovelty.
BUKU AJAR VS BUKU TEKS
Buku Ajar pada umumnya:
- Ditulis dan dirancang untuk digunakan siswa/mahasiswa.
- Menjelaskan tujuan pembelajaran.
- Disusun berdasarkan pola belajar yang fleksibel.
- Strukturnya berdasarkan kompetensi yang akan dicapai.
- Ada pemberian kesempatan latihan bagi mahasiswa.
- Selalu memberikan rangkuman.
- Kepadatan berdasarkan kebutuhan mahasiswa
- Dikemas untuk digunakan dalam pembelajaran.
- Mempunyai mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari mahasiswa.
10.Mencantumkan petunjuk penggunaan buku ajar.
Buku Teks pada umumnya:
- Ditulis digunakan terutama untuk dosen atau pembaca umum dan dipasarkan secara luas.
- Tidak selalu menjelaskan tujuan pembelajaran.
- Disusun secara linier.
- Strukturnya berdasarkan logika bidang ilmu (content).
- Belum tentu memberikan latihan bagi mahasiswa.
- Belum tentu ada rangkuman.
- Materi buku teks sangat bervariasi
- Dikemas untuk dijual secara umum.
- Tidak ada mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari pemakai.
- Tidak memberikan petunjuk cara mempelajarinya.
Sekarang tinggal dipilih mana yang paling sesuai dan dibutuhkan baik untuk kepentingan pribadi maupun untuk siswa itu sendiri.
CARA PENYUSUNAN BUKU AJAR
- PENATAAN INFORMASI (compilation text), Guru/Dosen melakukan kompilasi bahan dari berbagai sumber yang telah beredar di pasaran berdasarkan RPS yang telah disusun.
- PENGEMASAN KEMBALI (information repackaging), Guru/Dosen melakukan pengemasan kembali dari sumber-sumber yang telah ada, disesuaikan dengan kebutuhan kompetensi yang ingin dicapai yaitu RPS.
- MENULIS SENDIRI (starting from scratch), Guru/Dosen menulis sendiri berdasarkan kepakarannya berdasarkan RPS mata kuliah yang diampu.
PROSEDUR KOMPILASI :
- Kumpulkan seluruh buku, artikel jurnal ilmiah, dan sumber acuan lain yang digunakan dalam mata pelajaran seperti yang tercantum dalam daftar pustaka di RPS.
- Tentukan bagian-bagian buku, artikel jurnal ilmiah, dan bagian dari sumber acuan lain yang digunakan per Bahan Kajian sesuai dengan RPS.
- Fotokopi seluruh bagian dari sumber yang digunakan per Bahan Kajian sesuai dengan RPS.
- Pilahlah hasil fotocopy tersebut berdasarkan urutan Bahan Kajian yang sesuai dengan RPS.
- Buatlah/tulislah halaman penyekat bahan untuk setiap Bahan Kajian/BAB.
- Bahan-bahan yang sudah dilengkapi dengan halaman penyekat untuk setiap Bahan Kajian kemudian dijilid rapi (selanjutnya dicopy untuk dibagi kepada mahasiswa).
- Buatlah/tulislah pedoman guru/dosen dan pedoman siswa/mahasiswa untuk mendampingi bahan yang sudah dikompilasi tersebut.
PROSEDUR PENGEMASAN KEMBALI INFORMASI
Informasi yang sudah ada di pasaran, dikumpulkan berdasarkan kebutuhan (RPS + RTM) Informasi tersebut disusun kembali/ditulis ulang dengan gaya bahasa dan strategi yang sesuai untuk menjadi buku ajar (digubah), kemudian ditambahkan:
- Kemampuan/kompetensi yang akan dicapai.
- Petunjuk belajar bagi mahasiswa.
- Latihan.
- Ringkasan.
- Umpan balik.
- Evaluasi formatif.
- Guru merupakan pakar dalam bidangnya (menguasai bidang ilmu).
- Guru mempunyai kemampuan menulis.
- Guru memahami kebutuhan mahasiswa dalam bidang ilmu yang dibinanya.
- Guru memiliki kemampuan mendesain pembelajaran
Guru adalah pakar bagi dirinya sendiri. Menulis Buku Ajar adalah skill guru/ dosen yang sebenarnya tidak bisa tertandingi dengan profesi/ pekerjaan yang lainnya, maka patut berbangga untuk menjadi guru.
PRINSIP-PRINSIP PEMILIHAN MATERI BUKU AJAR
- PRINSIP RELEVANSI, Materi pembelajaran hendaknya ada hubungannya dan memberikan kontribusi bagi upaya pencapaian capaian pembelajaran mata kuliah dan kemampuan akhir. Misalnya, jika kemampuan yang diharapkan dikuasai mahasiswa berupa menghafal fakta, maka materi pembelajaran yang diajarkan harus berupa fakta.
- PRINSIP KONSISTENSI/KEAJEGAN, Materi pembelajaran harus konsisten dengan kemampuan akhir yang ingin dicapai, baik dari segi jumlah materi maupun dari taksonominya. Jika kemampuan akhir yang harus dikuasai mahasiswa empat macam, maka materi buku ajar yang harus dikembangkan juga harus meliputi empat macam.
- PRINSIP KECUKUPAN, Materi yang diajarkan hendaknya cukup memadai dalam membantu mahasiswa menguasai kemampuan akhir yang diharapkan. Materi tidak boleh terlalu sedikit dan tidak boleh terlalu banyak. Jika terlalu sedikit akan kurang membantu mencapai capaian pembelajaran mata kuliah dan kemampuan akhir. Sebaliknya, jika terlalu banyak akan membuang-buang waktu dan tenaga yang tidak perlu untuk mempelajarinya.
SISTEMATIKA BUKU AJAR
Sistematika Buku Ajar biasanya tergantung dari penerbit, tetapi sebagai seorang guru memiliki kesiapan untuk menata outline buku sendiri yaitu:
BAB 1 Pendahuluan
Penyajian
Penutup
Daftar Pustaka
Senarai (glossary)
Tinjauan Mata Pelajaran :
- Prakata
- Petunjuk Penggunaan Buku Ajar bagi Mahasiswa
- Identitas Mata Kuliah
- Deskripsi Singkat Isi Buku Ajar
- Kegunaan Mata Kuliah bagi Mahasiswa
- Capaian Pembelajaran Mata kuliah
DETAIL DARI PENDAHULUAN
PENDAHULUAN, terdiri dari:
- Deskripsi singkat berupa gambaran umum tentang cakupan bab tersebut.
- Relevansi antara bab tersebut dengan pengalaman yang telah dimiliki mahasiswa atau manfaat bagi mahasiswa.
Penyajian:
- Uraian atau penjelasan materi (sesuai dengan jenis materi) dan diikuti dengan contoh-contoh.
- Ilustrasi yang sesuai dengan uraian materi.
- Tugas dan Latihan yang dilakukan mahasiswa setelah membaca uraian materi.
- Rangkuman/ringkasan dari konsep atau prinsip yang dibahas.
Penutup, terdiri dari:
- Penilaian, konsisten dengan rumusan indikator dan Kemampuan Akhir.
- Umpan balik, untuk dapat menilai sendiri hasil belajarnya (kunci jawaban tes).
- Tindak lanjut.
DAFTAR PUSTAKA
SENARAI, berupa daftar istilah teknis yang dianggap penting dan perlu dijelaskan.
DAFTAR INDEX (jika diperlukan).
Berikut pantun penutup dari narasumber,
“Tak lupa beli piring melamin
Sampai jumpa hadirin semuanya
Semoga bertemu di kesempatan lain
Bersama guru binaan bpk Wijaya kusumah.”
Senin, 23 Oktober 2023
Gali Potensi Ukir Prestasi
Resume
Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI
Pertemuan Ke-4 Gelombang ke-30
Narasumber : Aam Nurhasanah, S.Pd
Moderator : Helwiyah, S.Pd., M.M
Senin, 23 Oktober 2023
Jumat, 20 Oktober 2023
Teknik Penulisan Resume
Judul : Teknik Penulisan Resume
Resume : ke-3
Gelombang : 30
Tanggal : 20 Oktober 2023
Narasumber : Raliyanti, S.Sos., S.Kom., M.Pd
Malam ini merupakan malam ketiga saya mengikuti KBMN PGRI G-30. Narsumnya adalah ibu Raliyanti, beliau adalah salah satu tim solidnya Om Jay yang aktif di KBMN.
Materi kali ini adalah Teknik Penulisan Resume. Resume menurit Ibu Raliyanti adalah ringkasan atau rangkuman dari sebuah karangan atau tulisan yang panjang, sehingga dalam penulisan resume kita hanya menuliskan intisari atau pokok informasi yang penting tanpa menghilangkan detail atau bagian penting dari tulisan tersebut.
Tips meresume yang benar menurit beliau:
1. Judul materi dan narasumber.
Ini penting karena apalah sebuah resume jika tidak ada judul
2. Ringkasan singkat tentang tema utama materi. Panjang pendek suatu
ringkasan tergantung kebutuhan kita. Ringkasan yang baik menggunakan
kalimat singkat, padat, dan jelas. Jika yang kita resume adalah sebuah buku
yang diambil 10 halaman maka kita bisa meringkasnya menjadi 2 atau 3
halaman saja.
3. Bagian -bagian penting dari materi yang dipilih untuk disertakan dalam
resume
4. Identifikasi point-point penting atau gagasan-gagasan utama dalam materi
tersebut
5. Berikan kesimpulan di akhir penjabaran resume (kalimat penutup)
6. Membuat resume dengan gaya bahasa sendiri
Sebagai penulis pemula, menulis resume cukup sulit. Tidak jarang saya terjebak hanya menulis ulang atau tanpa modifikasi tulisan dari narasumber. hal itu karena keterbatasan kompetensi saya dalam merangkai kata menjadi tulisan. Disinilah pentingnya kita belajar menulis. Harapannya, dengan sering menulis kita akan menemukan style (gaya) dan karakter tulisan kita yang sebenarnya.
menurut beliau, karakter penulis sebenarnya terbentuk karena terbiasa bukan instan, artinya semakin sering berliterasi maka akan terbentuk style tulisan kita dan terhindar dari plagiarisme.
Untuk menjadi penulis handal, kita harus membentuk mental yang kuat dengan cara :
1. Tanamkan percaya diri
2. Siap menerima kritikan
3. Bangunlah tulisa di berbagai Blog
Menulis di berbagai platform blog yang berbeda akan menanamkan mental penulis yang mudah beradaptasi dan tidak segan memberi perubahan.
Demikian resume KBMN kali ini, semoga bermanfaat.
Salam Literasi.
Rabu, 18 Oktober 2023
Menjadikan Menulis sebagai Passion
Resume ke-2
Tanggal : 18 Oktober 2023
Narasumber : Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd
Assalamu'alaikum Wr. Wb
Malam ini merupakan pertemuan kedua KBMN PGRI Gelombang 30. Narasumber kali ini adalah Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd atau biasa dikenal dengan Bunda Kanjeng. Beliau merupakan ratu Buku Antologi, karena banyak karya buku antologi. Antologi yang beliau tulis dan terbitkan sudah melebihi dari angka 100 buku. Saya juga pernah ikut berkolaborasi dengan buku antologi beliau yang bertajuk Ukir Prestasi dan Tebar Inspirasi tahun 2020.
"Mengapa menulis menjadi passion yang menjanjikan?" menurut beliau karena memiliki kompetensi menulis dipandang sebagai indikator kualitas dan kematangan berpikir. Selain itu juga sebagai salah satu pekerjaan yang sangat dihormati dan dihargai secara sosial. Menulis itu harus sabar, apalagi penulis pemula, sebaiknya lebih fokus pada ketekunan dalam proses menulis. Beliau berpesan, tulislah semampu kita dan jangan berpikir harus sempurna dan ideal. Menulis bukan merupakan bakat namun sebuah keterampilan yang harus diimplementasikan terus menerus. Awali menulis dari yang kita sukai dan kuasai. Jika mengalami writer block maka segera mencari ide tambahan untuk menyempurnakan tulisan tersebut.
Dalam paparan presentasinya, beliau menyampaikan beberapa materi yaitu :
1. Kendala dan Hambatan orang yang tidak mau menulis yaitu merasa tidak
berbakat, tidak memiliki waktu, tidak memiliki ide, tidak mau dikritik, tidak
suka menulis
2. Langkah-langkah menjadi penulis yangbaik anatar lain : Read, Discuss, Look &
Feel, Socialize
3. Writing Preparation yaitu menggali dan menemukan gagasan/ide; menentukan
tujuan, genre, dan segmen pembaca; menentukan topik, membuat outline; dan
mengumpulkan materi/buku.
4. Alur jika kita sudah menulis naskah, maka langkah-langkah selanjutnya :
a. Editing yaitu membaca ulang, menyempurnakan draft
b. Revishing yaitu mengubah beberapa bagian naskah, melengkapi naskah,
mengevaluasi naskah untuk menihilkan naskah
c. Publishing yaitu pengiriman naskah, pracetak, (perwajahan buku, tata letak,
ISBN, proff reading), percetakan, promosi, dan distribusi
Pada akhir acara beliau berpesan :
🔆 Menulis dan membaca adalah kegiatan literasi yang akan mencerdaskan siapa
yang menyadari memiliki potensi sejak dilahirkan
🔆 Menulis banyak sekali manfaatnya. Jangan ada kata terlambat atau tidak bisa
jika belum mencoba atau mempraktikkan
🔆 Teruslah membaca dan menulis agar ada jejak digitalnya maupun bentuk
perintah, yang karyanya dapat diwariskan sekaligus sebagai jejak bahwa kita
pernah hidup
Inilah resume KBMN malam ini, semoga bermanfaat.
Terus berkarya dan pada prinsipnya prestasi bukanlah suatu kebetulan dan impian tidak akan pernah menjadi kenyataan tanpa kerja keras. Jika kitatidak bisa melakukan hal-hal hebat, lakukanlah hal-hal kecil denga cara yang hebat.
Salam Literasi
CV dan Portofolio Sahabat Teknologi Jateng 2024
ND Edukasi - Berikut CV dan Portofolio Sahabat Teknologi Jateng 2024 Informasi Pribadi Nama : Nurhidayati Unit Kerja : SMAN ...
-
Kota Tegal terkenal dengan wartegnya. Kata para konsumen, warteg adalah warung yang menyediakan banyak variasi menu dengan harga yang terja...
-
ND Edukasi- Pada hari Selasa, 15 Oktober 2024, saya berkunjung ke kantor Bapak Imam Sujarwanto, S.Pd., M.Pd. Tujuannya adalah untuk memohon...
-
Inovasi Pembelajaran Digital dengan Pemanfaatan Artificial Intelligency Pembukaan ND Edukasi-Pada hari Sabtu, 19 Oktober 2024, Kegiatan...



















